Dugaan Tender Pasar Merdeka Tidak Transparan, KKPMP Minta PPJ Lakukan Tender Ulang

- 30 Mei 2024, 20:17 WIB
Dugaan Tender Pasar Merdeka Tidak Transparan, KKPMP Minta PPJ Lakukan Tender Ulang
Dugaan Tender Pasar Merdeka Tidak Transparan, KKPMP Minta PPJ Lakukan Tender Ulang /Plang Perum PPJ/

HARIAN BOGOR RAYA - Dugaan tidak transparan diungkapkan Lembaga Bantuan Hukum Merah Putih (LBHMP) tender investasi yang digelar Perusahaan Umum (Perum) Pasar Pakuan Jaya (PPJ) yang berlangsung pada 3 sampai 19 April 2024 dengan diikuti 9 perusahaan, karena tidak ditampilkannya pengumuman hasil evaluasi administrasi.

Lembaga Bantuan Hukum Merah Putih (LBHMP) yang merupakan sayap organisasi masyarakat Kesatuan Komando Pembela Merah Putih (KKPMP) menilai Revitalisasi Pasar Merdeka yang telah melalui proses beauty contest diduga kurang transparannya pihak PPJ.

Perihal dugaan tidak transparan pihak PPJ tersebut, Wakil Ketua Umum (Waketum) LBHMP Akhlan S,H., mengungkapkan dari 9 perusahaan hanya 1 perusahaan yang diloloskan, tahapan tender tersebut juga tidak melalui proses Aanwijzing. Padahal seharusnya di dalam Aanwijzing ini akan berisi informasi terkait detail pekerjaan atau proyek yang akan ditenderkan.

Baca Juga: Tanggapi Pencemaran Ciliwung, Polresta Bogor Selidiki Lokasi Pencemaran

"Untuk itu, Aanwijzing adalah salah satu proses yang paling penting dan wajib diikuti oleh setiap peserta pelelangan, bila ada peserta yang tidak mengikuti proses Aanwijzing, maka peserta tersebut akan lebih kesulitan untuk memahami proyek pengadaan barang atau jasa yang akan diikuti," ujar Akhlan dalam pesannya, Kamis 30 Mei 2024.

Menurutnya, apabila itu tidak dijalankan maka ada kemungkinan peserta tender tidak bisa memenuhi dokumen pengadaan barang atau jasa yang sudah diumumkan karena adanya kesalahan dari penjelasan yang dilakukan dalam proses Aanwijzing.

"Dalam suatu pemberian Aanwijzing, pada umumnya penjelasan yang akan diutarakan oleh pihak panitia lelang adalah mencakup hal yang substansial, yakni ruang lingkup pekerjaan, cara pemilihan, persyaratan dan juga tata cara penyampaian dokumen penawaran, administrasi dan teknis, anggaran biaya, kerangka acuan kerja (KAK), dan lainnya. Sebab proses Aanwijzing yang tidak ada persyaratan, membuat peserta lelang di buat ambigu atau samar-samar," tegasnya.

Ditambahkan, contohnya tender sebesar ini tidak menetapkan klasifikasi perusahaan, dimana seharusnya perusahaan besar saja yang dapat mengikuti tender tersebut.

"Perlu diketahui nilai tender sebesar 60 Milyar, Perusahaan yang lolos administrasi adalah PT. Firnie Alataz Malanihat, yang mana kebonafitan perusahaan tersebut tidak di verifikasi sejak awal", tambahnya.

Halaman:

Editor: Didin Harian Bogor Raya


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah