Kecelakaan Maut Bus Putra Sulung Dihantam KA Rajabasa OKU Timur

- 21 April 2024, 21:24 WIB
Kecelakaan maut yang melibatkan lima orang penumpang bus Putra Sulung bernopol BE 7073 FU meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api (KA) Rabajasa tanpa palang pintu
Kecelakaan maut yang melibatkan lima orang penumpang bus Putra Sulung bernopol BE 7073 FU meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api (KA) Rabajasa tanpa palang pintu /Tangkapan layar TikTok @y50502/

HARIAN BOGOR RAYA - Kecelakaan maut yang melibatkan lima orang penumpang bus Putra Sulung bernopol BE 7073 FU meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api (KA) Rabajasa tanpa palang pintu di Jalan Pertanian Desa Kotabaru, Kecamatan Matapura, Kabupaten Ogan Komering Hulu Timur, Sumatera Selatan pada Minggu, 21 April 2024.

Manager Humas PT KAI Divre IV Tanjungkarang Azhar Zaki Assjari membenarkan adanya kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa terjadi pada Minggu, 21 April 2024 sekitar pukul 13.00 WIB.

"Pada kecelakaan yang terjadi saat KA Rajabasa relasi Tanjungkarang-Kertapati selamat setelah terlibat kecelakaan dengan bus Putra Sulung di Perlintasan KM 193+7 petak Jalan Way Pisang (WAP) dan Martapura (MP)," kata Zaki dalam keterangan tertulisnya.

Baca Juga: Hal Penting Bagi Ibu Hamil Saat Bepergian Menggunakan Pesawat Atau Kereta

Terdapat korban penumpang bus Putra Sulung ketika KAI Divre IV Tanjungkarang melakukan proses evakuasi ke rumah sakit terdekat. Lima orang korban meninggal dunia dan 15 penumpang lainnya mengalami luka-luka.

"Satu orang meninggal dunia lokasi tempat kejadian, dan empat orang meninggal dunia saat proses evakuasi ke rumah sakit, dan 15 lainnya luka-luka," katanya.

Ia pun mengatakan, kejadian tersebut terjadi berawal saat Bus Putra Sulung bernopol BE 7037 FU datang dari arah Belitang dengan tujuan Jakarta diduga menerobos perlintasan swadaya mati mesin dan berhenti tepat di tengah perlintasan kereta hingga tabrakan tak terhindari.

Baca Juga: Polsek Cibinong Lakukan Investigasi Lakalantas Minibus dengan Kereta Api di Perlintasan rel Ciriung Cibinong

"Saat perlintasan merupakan perlintasan yang telah KAI pasangkan palang pintu manual yang saat itu di jaga warga sekitar swadaya, sehingga saat kejadian, masinis telah membunyikan semboyan 35 secara berulang, namun tidak diindahkan oleh pengemudi bus dan tidak bisa dihindari," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Didin Harian Bogor Raya


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah