Animator Indonesia Beri Saran Orangtua Bebaskan Anak Eksplorasi Dengan Menggambar

- 22 Oktober 2023, 18:54 WIB
Ilustrasi anak menggambar dan mewarnai.
Ilustrasi anak menggambar dan mewarnai. /Pixabay

HARIAN BOGOR RAYA - Animator Indonesia sekaligus pendiri HelloMotion Academy, Wahyu Aditya memberikan saran agar orangtua membebaskan anak bereksplorasi dengan menggambar. Bahkan, tidak harus selalu diarahkan untuk mengikuti les dan menjadi seniman.

Saat ini, dunia teknologi yang berkembang, menjadi sarana bagi orangtua bisa memperkenalkan seni dalam menggambar melalui media digital.

"Karena itu saling melengkapi dan punya output yang berbeda, jadi sebaiknya dikenalkan keduanya, manual, tradisional maupun digital," ucap Wahyu, masih soal menggambar.

Baca Juga: Tips Maksimalkan Fitur-fitur Ponsel Samsung Galaxy S23 Series 5G Demi Dapat Gambar Terbaik

Lewat festival menggambar, Wahyu apresiasi keberanian para peserta tingkat Sekolah Dasar dalam menuangkan ide cerita lewat gambar dan berani dalam mencampur warna.

Ia merasa bangga banyak anak Indonesia yang dapat menuangkan kreativitas dan visualisasi yang menakjubkan mulai dari pewarnaan hingga imajinasi yang menurutnya out of the box.

"Festival Menggambar Nasional 2023 dapat mendorong kreativitas dan menjadi wadah imajinasi anak-anak. Ini dapat menginspirasi anak untuk mempelajari hal baru atau berpikir out of the box," ujar Wahyu.

Baca Juga: Deretan Cara Buat Anak Anda Makin Cerdas

Ia pun berbagi tips agar orangtua memveri fasilitas anak yang gemar corat-coret sebagai bentuk ekspresi.

"Memberi ruang mereka berekspresi dengan tidak memarahi ketika coret-coret tembok, atau diarahkan ke media gambar yang murah seperti kertas dan alat gambar yang ada, misalnya krayon dan spidol," kata Wahyu Aditya yang akrab dipanggil Wadit dalam acara festival menggambar di Jakarta, Minggu.

Sebagai penggerak di bidang animasi dan kreativitas Indonesia, Wadit percaya, setiap imajinasi itu sebuah ide yang perlu dikembangkan dengan kreativitas agar nanti bisa menjadi suatu kenyataan.

Baca Juga: Terkuak Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Diduga Suami Sekaligus Ayah Korban

Pada masa usia anak 2-3 tahun, anak sering berekspresi dengan gambar atau mencoret-coret. Hal ini, kata Wahyu, merupakan perwujudan dari asal usul nenek moyang yang dulu berkomunikasi lewat gambar.

Sehingga, menggambar bisa menjadi salah satu bentuk mengekspresikan diri, dan tugas orangtua untuk membangun kembali seni yang ada pada diri anak

Perlu diketahui, sebagian orangtua mungkin kesal melihat anaknya mencorat-coret tembok, meskipun banyak juga yang mengerti dan mendiamkannya. Lalu, bagaimana orang tua seharusnya menyikapi perilaku anak yang seperti itu.***

Editor: Maryam Purwoningrum

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah