Peneliti Ungkap Hasil Penelitian Sesuai Kebiasaan Rasulullah SAW

- 22 April 2024, 13:54 WIB
Ilustrasi Tidur.
Ilustrasi Tidur. /

HARIAN BOGOR RAYA - Penelitian ilmiah yang diterbitkan dalam American Journal of Psychiatry sesuai dengan kebiasaan Nabi Muhammad SAW. Beliau tidur sesaat setelah sholat Isya, lalu bangun awal di pagi hari untuk sholat Subuh. Beliau pun bangun saat tengah malam untuk menjalankan sholat Tahajud.

Pasien depresi di Eropa dapat terapi tidur lebih awal selama sepekan, bangun tengah malam, lalu kembali ke jadwal tidur 'normal' dengan bangun sedikit lebih lambat setiap pagi. Waktu terjaga itu tidak lebih dari matahari terbit.

Ada publik yang bertanya bagaimana kurang tidur justru bisa memperbaiki kesehatan. Menurut para peneliti, sering kali masalah tidur terjadi berkaitan dengan rendahnya kualitas tidur, bukan kurangnya waktu tidur.

Baca Juga: Hal Penting Diperthatikan Soal Pola Tidur Pasca Ramadhan dan Kebiasaan Bangun Pagi

Hal-hal yang dapat dilakukan seseorang untuk meningkatkan kualitas tidur seperti makan setidaknya dua jam sebelum tidur, mengubah kebiasaan makan yang lebih sehat, memeriksakan diri ke dokter tentang kemungkinan apnea tidur.

Sementara untuk cara lain memperbaiki kualitas antara lain tidur miring, menghindari alkohol dan obat penenang, menurunkan berat badan, dan memakai kasur yang nyaman.

Sejumlah studi mengungkapkan bangun tidur sebelum fajar untuk menunaikan ibadah sholat Subuh memiliki manfaat bagi kesehatan. Dari ekperimen tersebut disebutkan pengurangan waktu tidur baik untuk menyembuhkan pengidap depresi.

Baca Juga: Ketahui Kebiasaan Bangun Dini Hari Saat Ramadhan Hingga Pola Tidur yang Baik

Dilansir dari laman About Islam melalui PMJ News,  laporan yang diterbitkan dalam American Journal of Psychiatry menunjukkan peningkatan kondisi sebesar 30 persen pada 60 persen pengidap depresi.

Halaman:

Editor: Maryam Purwoningrum

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah