Geger Puluhan Kucing Mati Mendadak di Sunter Agung Jakarta Utara, Ini Kata KPKP Jakut

- 13 Juli 2023, 13:30 WIB
Ilustrasi kucing mati/Twitter/@txtdaribandung
Ilustrasi kucing mati/Twitter/@txtdaribandung /Rendi Wirman Salas/Subangtalk

HARIAN BOGOR RAYA - Geger kasus puluhan seekor kucing mati mendadak 21 kucing di Sunter Agung, Jakarta Utara.

Peristiwa tersebut puluhan ekor kucing mendadak mati, warga sekitar RT 012/05 empat RT lain daerah yang sama melaporkan temuannya dengan gejala yang tak wajar di kelurahan Sunter Agung.

Kucing tersebut dikabarkan tanda-tanda awal yang ditemukan kejang-kejang dan mengeluarkan air seni hingga mati.

Baca Juga: Kenapa Kucing Tidak Suka Air? Simak Penjelasannya!

Untuk menindaklanjuti temuan ini, Dinas KPKP mengatakan pihaknya akan segera melakukan penyelidikan guna menghindari spekulasi-spekulasi liar berkembang ditengah masyarakat.

Langkah yang pertama dilakukan untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian hewan berbulu itu yakni dengan membawa sempel kucing yang mati di laboratorium hewan.

Sementara itu, Kepala Dinas KPKP Jakarta Utara, Suharini Eliawati mangatakan puluhan kucing itu ditemukan mati mendadak sejak 6 Juli 2023. Kucing-kucing tersebut sebelum mati sempet mengeluarkan air seni dan mengalami kejang.

Baca Juga: 5 Mitos di Masyarakat Akibat Menabrak Kucing, Bagaimana Menurut Anda ?

"Petugas membawa sempel hewan kucing mati itu untuk dilakukan nekropsi dan pemeriksaan patologi di laboratorium Pusat Pelayanan Kesehatan Hewan dan Peternakan," ujar Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Suharini Eliawati usai rapat kerja bersama Komisi B DPRD DKI Jakarta Rabu, 12 Juli 2023.

Suharini berharap setelah dilakukan pemeriksaan ini, misterius kematian puluhan kucing di Sunter terpecahkan.

"Agar mendapatkan diagnosa penyebab kematian hewan kucing tersebut," ujar Suharini.

Baca Juga: Makanan Kucing Agar Kucing Bisa Hidup Lebih Lama dan Sehat

Dinas KPKP meminta agar masyarakat untuk bersabar untuk menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Pasalnya hasil pemeriksaan nekropsi diperkirakan sangat membutuhkan waktu kurang lebih tiga hari.

"Tiga hari si biasanya ya. Kalau kemarin diambil, ya, hari Selasa, sekarang Rabu. Ya sesegara mungkin kalau sudah ada, hasilnya saya akan 'share' kembali," ujarnya.

Oleh sebab itu, Suharini mengatakan pihaknya belum bisa menginformasikan apakah kucing-kucing itu mati karena racun atau bukan.

"Mudah-mudahan dua hari ini ke depan sudah keluar hasilnya. Hari Kamis atau Jumat," tutupnya.***

Editor: Didin Harian Bogor Raya


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah